Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa UIN Bandung Antusias Sambut “RCTI Goes to Campus”

Written By Kampus Kita Oke on Selasa, 21 Januari 2014 | 21.21

BANDUNG -- Kampus kembali menjadi bidikan RCTI. Road show ke berbagai perguruan tinggi pun dilakukan. Kali ini. “Seputar Indonesia Goes to Campus” dilaksanakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (22/1).
RCTI, yang sejak kelahirannya 24 tahun lalu hingga hari ini memang selalu menarik disimak. Termasuk program pemberitaannya.  “Tak heran, bila kemudian road show ini mendapat sambutan antusias,” kata Nasrul, mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung.
Ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan yang digelar pagi hingga sore di Auditorium UIN Bandung ini tampak antusias. “Tentu saja kegiatan tersebut memberikan banyak manfaatnya bagi para mahasiswa. Setidaknya dapat memberikan wawasan pertelevisian, khususnya   terkait dengan teknik pemberitaan media layar kaca,” aku Nasrul.
Sementara Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Bandung Dr. H. Enjang AS, M.Ag, M.Si mengungkapkan, road show RCTI ini diharapkan akan memberikan kontribusi pengetahuan seputar dunia broadcasting, khususnya pemberitaan.
“Tentunya juga diharapkan akan lebih mendekatkan diri dunia industri broadcast dengan calon tenaga kreatif yang berasal dari lingkungan kampus dan sekolah,” kata Enjang, yang juga diamini Subagio Budi Prajitno.

Road Show RCTI bertajuk Getting Closer with Seputar Indonesia kali ini rencananya menghadirkan sejumlah narasumber anchor, reporter dan produser, di antaranya Arief Suditomo, Gustav Aulia, Michael Tjandra, Inne Sudjono, Atika Suri, dan Rizky Hasan. Kegiatan akan digelar pagi hingga sore hari. [] Zaki| JabarOke

Ini Dia Tempat Berburu Buku Langka

Written By Kampus Kita Oke on Sabtu, 18 Januari 2014 | 23.29

BANDUNG -- Kesulitan mencari buku-buku lawas? Tak perlu khawatir, sebab di Lawang Buku, Anda mungkin jadi akan menemukannya. Buku-buku langka dari beberapa tahun silam dengan koleksi yang beragam bisa Anda dapatkan.
Toko buku yang mempunyai tagline event and online bookstore ini memilih basecamp pemasarannya di Balubur Town Square, Lantai Dasar 2, Kota Bandung. Buku-buku yang dijual beragam, mulai dari komik, filsafat, komunikasi, sejarah, dan sastra. Namun yang paling dominan buku-buku humaniora.
Dalam Pesta Buku Diskon 2013, hasil kerjasama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan Universitas Padjajaran dan Pemerintah Kota Bandung, Lawang Buku juga hadir dan ikut mengambil bagian. Lawang Buku, cukup unik, karena di samping menyediakan buku-buku baru, juga tersedia buku-buku jadul (zaman dulu), yang langka, dan susah dicari.
Deny, owner “Lawang Buku” ini menuturkan, awalnya tahun 2000, buku yang dijualnya bermacam-macam, baru pada tahun 2009 ia memutuskan untuk lebih fokus pada buku-buku antik. “Prinsipnya orang itu suka mencari yang nggak ada. Nah, dari situ sebisa mungkin kami menyediakan barang yang memang orang cari. Kebutuhan orang itu apa, nah itu yang kami sediakan,” ujarnya, belum lama ini.
Hasil Perburuan
Deny mengaku, buku-buku langka yang ia jualnya itu didapatkan dari hasil perburuan dari berbagai sumber. Mulai dari penerbit lama, rumah-rumah tua, pasar loak, kolektor bahkan hingga barter antarpedagang.
Sebenarnya, kendala dari usaha buku langka ini adalah dari segi pencarian sumber dan perawatannya. Karena itu, dalam urusan harga memang agak sulit untuk buku yang memang sudah jarang ditemukan ini. Tapi ia yakin, untuk sebuah buku langka, orang pasti tidak akan mempersoalkan harga, karena harga berapa pun pasti dibelinya.

Karena itu target utama penjualannya adalah para kolektor. Tapi selain itu sasaran mereka adalah perpustakaan, mahasiswa dan dosen yang sedang melakukan penelitian dan masyarakat umum yang mungkin sekadar ingin bernostalgia dengan masa lalunya. [] Ari Wahyuni | Jurnalistik UIN Bandung | BandungOke.com

Media Online, Tumbuh Pesat Luar Biasa

BANDUNG -- Sifatnya yang cepat saji, dan mudah diakses, media online tengah menjadi tren dunia jurnalistik saat ini. Tak ketinggalan, juga di Indonesia. Realitas ini sangat fenomenal, mengingat pertumbuhannya yang luar biasa pesat. Bahkan nyaris dapat dipastikan, kini hampir semua media, baik cetak maupun elektronik, juga memiliki versi online.
Pemimpin Redaksi BandungOke.com, Enjang Muhaemin mengungkapkan hal itu dalam diskusi bulanan yang digelar Bidang Pers Hima Jurnalistik UIN Bandung di Gedung Z, UIN Bandung, Senin (21/05). Kendati hanya dihadiri sebagian anggota Hima, diskusi yang dimulai pukul 4 sore hingga menjelang maghrib ini berlangsung cukup interaktif, dan mendapat sambutan antusias.
Media online, kini menjadi tren yang tak terbantahkan. Jumlahnya terus bertambah, dan akan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang. “Di Amerika sendiri, bahkan tidak sedikit media cetak yang gulung tikar lantaran pertumbuhan media online yang luar biasa hebatnya,” jelas Enjang.
Di Indonesia, tambahnya, hal serupa bukan mustahil terjadi. Kendati demikian, ia meyakini, media cetak dan elektronik tidak akan musnah lantaran bermunculannya media online. Penyebabnya, masing-masing jenis media memiliki kekhasannya yang tak tergantikan. “Bila ada yang mati, ini hal wajar sebagai konsekuensi hadirnya media baru di tengah pertarungan media,” tandasnya.
Melihat kecenderungan seperti itu, paparnya, mahasiswa jurnalistik dituntut lebih proaktif, dan secepatnya meningkatkan apresiasinya terhadap jurnalisme online. “Ke depan, media online akan tumbuh bak jamur di musim hujan. Karena itu, persiapkan juga skill di bidang yang satu ini,” paparnya.
Ia juga menyambut baik hadirnya media online yang digarap Hima Jurusan Jurnalistik UIN Bandung. Insya Allah, media online yang satu ini dapat menjadi media informasi, edukasi, plus sarana praktik bagi para mahasiswa. 
“Sangat bermanfaat untuk mengasah keahlian di bidang jurnalistik. Tak hanya dalam bidang keredaksian, tapi juga penguasaan di bidang manajemen media,” pungkasnya. [] Ami, JP | BandungOke.Com

Sepanjang 2013, 294 Siswa Sekolah Juara Raih Prestasi

BANDUNG—Hingga Desember 2013, 14 Sekolah Juara yang merupakan binaan Rumah Zakat (RZ) telah melahirkan 294 siswa berprestasi, dari total siswanya yang sebanyak 1617. Prestasi tersebut ditorehkan mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Sekolah yang berdiri sejak 2007, kini telah tersebar di 12 kota dan kabupaten di Indonesia.
“Kami membuat target khusus yang terukur untuk pencapaian prestasi siswa. Hal ini berlaku di semua Sekolah Juara dengan parameter yang disesuaikan dengan daerah masing-masing,” tutur Heny Widiastuti, Chief Program Officer Rumah zakat.
Sekolah Juara didedikasikan untuk melahirkan anak-anak bermental juara yang siap menjawab tantangan zaman. Untuk melahirkan anak juara, sekolah yang satu ini menerapkan konsep multiple intelligences dalam kurikulum pendidikannya.
“Setiap anak dianugerahi potensi yang beragam. Tidak adil jika sekolah hanya mengembangkan satu bidang potensi, tanpa menggali bidang potensi yang lain. Juara tidak hanya lahir dari bidang yang selama ini telah banyak melahirkan juara,” jelas Heny.
Sekolah ini juga hadir untuk memberikan harapan kepada anak yatim dan dhuafa yang sulit membayar biaya pendidikan. Permasalahan kemiskinan di Indonesia tidak bisa selesai dengan sekejap. Salah salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas anak bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.
“Kami ingin memotong rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Heny. [] Taufik Hidayat| Jurnalistik UIN Bandung | BandungOke.com

Populer

Komentar

Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INI DIA OKE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger